Lengkap sudah jabatan dan amanat yang disandang oleh Soemarno HS dan Hendi Hendrar
Prihadi sebagai pemimpin Kota Semarang. Usai dilantik dan disumpah oleh Gubernur Jawa Tengah, H. Bibit Waluyo, Selasa(20/7)malam, keduanya diwisuda dan dikukuhkan secara budaya oleh seniman dan budayawan.
Upacara tersebut termaktub dalam sebuah acara yang digagas oleh Dewan Kesenian Semarang (Dekase) bertajuk “Pengukuhan Manghayubagya Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Semarang. Pengukuhan diawali dengan komposisi tarian yang menggambarkan wisuda Ki Ageng Pandanaran sebagai Bupati Semarang pertama oleh Sunan Kalijaga. Di akhir tariannya, dari arah penonton muncul seorang seniman berambut. Ia adalah Bowo Kajangan, seorang seniman pemerhati lingkungan yang kali ini bertugas sebagai penjemput pemimpin baru, Soemarmo-Hendi yang dianggap sebagai titisan Ki Ageng Pandanaran. Selembar kain putih yang dilambari daun-daun jati menjadi jalan yang harus dilalui menuju panggung pengukuhan.
Di atas panggung, Soemarno-Hendi diwisuda melalui pemakaian sebuah blangkon dan kalung bunga. ‘Seksenana, iki wakilmu, dudu penguasamu ! (Ingatlah, ini wakilmu bukan penguasamu) , kata Bowo Kajangan dengan bibir bergetar. Upacara tersebut, menurut Ketua Dekase, Marco Mamadi sebagai salah bentuk mencitrakan Kota Semarang sebagai kota yang berbudaya. Soemarmo sendiri usai pengukuhan menyatakan penghargaan setinggi-tingginya pada Dekase dan seniman. “Ini jadi peringatan bagi kami agar tidak main-main dengan jabatan sebagai wali kota dan wakil wali kota Semarang,” ujarnya. (sumber: suaramerdeka)


Categories:
Tags:









Komentar Terbaru